Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang

Category : Contoh Naskah, Contoh Surat, Drama
Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orangby Adminon.Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 OrangContoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang – Selamat Siang Sahabat, Pada Update Postingan Kali ini Admin Share All Info Akan Berbagi Informasi tentang Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang semoga hendaknya dapat Bermanfaat Bagi anda semua pengunjung Setia Blog Ini dan Untuk Selengkapnya Tentang Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 […]

Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang – Selamat Siang Sahabat, Pada Update Postingan Kali ini Admin Share All Info Akan Berbagi Informasi tentang Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang semoga hendaknya dapat Bermanfaat Bagi anda semua pengunjung Setia Blog Ini dan Untuk Selengkapnya Tentang Contoh Naskah Drama Yang Dimainkan Untuk 6 Orang Silahkan Lihat dibawah ini

Pengantar
Sudah puluhan tahun BAPAK SEPUH dikenal sebagai pemimpin yang sukses di sebuah wilayah. Isterinya, yang meninggal beberapa  tahun lalu, dikenal sebagai salah satu kunci keberhasilan Bapak Sepuh.  Sebagai Pemimpin, Pak SEPUH  terkenal sangat murah senyum. Budi bahasanya  lembut dan manis dalam menghadapi siapapun. Ia dikenal berhasil memimpin wilayahnya menjadi wilayah yang makmur.  Namun dalam perjalanan kemakmuran itulah kemudian ia terus berubah menjadi seorang pemimpin yang tamak, kejam dan tidak adil. Kelembutan dan senyumnya dinilai orang sebagai tameng yang ditata untuk menutupi kebusukan2 serta siasat  yang tersimpan dalam dirinya.
Sebagai penentu kebijakan ia dikenal sangat   otoriter, bahkan absolut. Tidak ada satu alasanpun yang boleh menggagalkan pikiran atau gagasan yang menjadi obsesinya. Semua cita-citanya harus jadi kenyataan dan dia mendapatkan semua dengan menghalalkan segala cara.
Drama satu babak ini terjadi pada hari BAPAK SEPUH menghembuskan nafas terahirnya.
Kematian Bapak SEPUH, membuat membuat anak-cucunya yang selama ini sangat manja dan sangat bergantung pada kekuasaannya, mendadak terguncang. Mereka panik dan merasa tidak aman. Sebagian besar memutuskan melarikan diri, kecuali HARYATI.
Haryati adalah satu-satunya putri Pak SEPUH yang setia dan bertahan. Ia dengan penuh tanggung jawab mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara penghormatan terakhrir pada Bapak SEPUH. Meski hampir semua orang, pelayan, penjaga, tetangga, kerabat telah meninggalkannya, ditemani seekor anjing  peliharaannya, (DOMKY), seorang sahabat (SURTI), seorang pelayan (MANDOR), dan empat orang kenalan (KIMIN, POHAN, THAMRIN, HARUN), Haryarti  dengan  teguh mempersiapkan sebuah penghormatan terakhir yang benar-benar baik dan sepadan dengan kebesaran nama Ayahnya. yang sebenarnya tidak pernah menjadi sahabat keluarga Bapak SEPUH.
” PESTA TERAKHIR”
Dramatic Personae
HARUN
THAMRIN
POHAN
KIMIN
HARYATI
SURTI
SATU
DI SEBUAH PENDOPO, DIKEDIAMAN BAPAK SEPUH. SAYUP SAYUP, DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA ORANG-ORANG MEMBACAKAN  “LA ILAH HA ILLALLAH”.
DI PENDOPO INI TERJADI PERSIAPAN SEBUAH HAJATAN. DUA ORANG LAKI-LAKI  (HARUN & THAMRIN) TAMPAK MEMASUKI PENDOPO, DENGAN MENGUSUNG SEBUAH KERANDA JENAZAH YANG SUDAH DIDANDANI DAN SIAP UNTUK SISEMAYAMKAN.
SETELAH MEMASUKI HAMPIR SEPARUH RUANGAN, THAMRIN TIBA-TIBA
MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI, TANPA MEMINTA PERTIMBANGAN ATAU MEMBERI ABA-ABA PADA HARUN. IA SEENAKNYA SAJA MENURUNKAN KERANDA YANG DIPANGGULNYA DI  LANTAI, KEMUDIAN DUDUK SAMBIL MENGIPAS-NGIPAS WAJAHNYA DENGAN TOPINYA, MEMBUAT HARUN BENGONG DAN BETUL-BETUL JENGKEL.
HARUN
Hei THAMRIN …  Kalau sekali  dua menit kau mogok begitu, kapan nyampenya?
THAMRIN MENJAWAB ACUH
THAMRIN
Berat.
HARUN
Mana ada mayat yang nggak berat?
THAMRIN
Duduk aja dulu RUN.  Kita mau ngejar apa sih?
MESKI JENGKEL, SETELAH MEMERIKSA KERANDA SESAAT, HARUN AKHIRNYA MENGIKUTI JUGA SARAN  THAMRIN.  IA DUDUK DAN MULAI BICARA, MASIH DENGAN NADA DONGKOL.
HARUN
Aku kadang bersyukur betul jadi orang kecil.  Segala sesuatu bisa dihadapi dengan sederhana.  Hidup kita sederhana, kebutuhan kita sederhana, mati kitapun sederhana.
PADA SAAT YANG SAMA, KIMIN DAN  POHAN MEMASUKI PENDOPO. MEREKA
DITUGASKAN MENYIAPKAN PENDOPO SEBAGAI TEMPAT DIMANA JEBAZAH PAK SEPUH AKAN DISEMAYAMKAN, SEGALIGUS DIMANA MASYARAKAT DAPAT MELIHAT DAN MEMBERINYA PENGHORMATAN TERAKHIR.  SAMBIL
MENGUSUNG KURSI-KURSI KIMIN DAN POHAN MEMPERHATIKAN DAN
MENYIMAK PERCAKAPAN ANTARA HARUSN DAN POHAN. POHAN MENANGGAPI HARUN DENGAN SEDIKIT SINIS.
POHAN
Tinggi kali falsafahmu itu RUN.   Tapi kalau perut anak-anakmu menjerit kelaparan. Merengek  pengen ini itu.  Apa falsafah seperti itu bisa bikin mereka tentram?
HARUN
Memang nggak sih … Tapi kalau aku lihat adikku. Kawin sama orang kaya.
Kerjanya ribuuut nggak habis-habis … Aku tetap milih jadi orang kecil. Tidak ada hari tanpa ribut.  Padahal yang diributin cuma satu “yang lebih besar “Rumah yang lebih besar, tipi yang lebih besar, giwang  yang lebih besar ….
THAMRIN, MENANGGAPI  DENGAN BERSEMANGAT.
THAMRIN
Gua setuju. Ipar gua, yang kayanya masih nanggung aja, hidupnya udah kalang kabut nggak karuan. Mau beli ini, mau beli itu, mau punya yang ini, punya yang itu. Sekarang lihat Pak Sepuh ini … Apa yang dia kagak punya? Uang, kekuasaan —— Udah mati begini, mati aja … Semua harta dan kekuasaan yang dia punya dulu tetap aja nggak mampu bikin dia hidup lagi …
POHAN
Lupa pada mati itu sudah kodrat manusia.  Itu makanya Agama dikirim. Mau yang lebih, itu juga kodrat. Sudah kaya, mau lebih kaya. Sudah punya kuasa, mau lebih berkuasa.
Ambil contoh kecil sajalah si Jumi yang manis itu. Sudah cantik dia. Tapi masih juga mau lebih cantik. Dia ganjallah hidungnya dengan pelastik. Sekarang? Hidungnya malah mancung kekiri …
SEMUA TERTAWA DAN SEMUA TATAPAN TERTUJU KE KIMIN. TAHU SASARAN UCAPAN POHAN ADALAH DIRINYA, KIMIN TAMPAK MENGHINDAR.
THAMRIN
Jangan gitulah Bang … Ada yang tersinggung nih …
POHAN
Siapa yang tersinggung?
YANG LAIN
Adalah …
POHAN MENGHAMPIRI KIMIN.
POHAN
Yang nggak mau lebih itu kan cuma orang kayak kita ini. Nggak ada orang susah yang mau lebih susah …
KIMIN MENERUSKAN MENGANGKATI KURSI YANG MASIH TERSISA, SAMBIL MEMBERIKAN TANGGAPAN DENGAN SIKAP TENANG.
KIMIN
Yang aku ndak ngerti, orang makin kaya,  kok makin serem.
THAMRIN
Serem gimane Pak KIMIN?
KIMIN
Ya serem …. Pelit iya, sombong iya, sok kuasa iya …
POHAN
Itu karena uang dan kekuasaan, selalu saling merangkul. Kalau kamu kaya, kamu akan otomatis jadi penguasa. Hepeng do mangatur portibion.
SEMUA BENGONG TIDAK PAHAM APA ARTI KALIMAT TERAKHIR YANG
DIUCAPKAN POHAN.
THAMRIN
Apa maksudnya tuh Bang ?
POHAN
Bah — Masa itu aja kau tidak tahu. Sudah pepatah dunia itu Thamrin —-
THAMRIN
Iya apa Bang ?
POHAN
Uang Thamrin. Di muka bumi ini, uangnya yang mengatur segalanya. Sebaliknya, begitu kamu punya kekuasaan, kamu akan dengan mudah jadi kaya raya. Kenapa ?
Karena kuasaan bisa mengubah segalanya. Dan yang lebih sakit lagi, kalau kamu kaya raya, atau jadi Penguasa, kamu tidak akan pernah  salah.
THAMRIN TIBA-TIBA-BANGKIT.
THAMRIH
Ayo ah, lanjut …. Pusing gua.
MALAS-MALASAN, THAMRIN MELANGKAH KE KERANDA DI BAGIAN KAKI, BAGIANNYA HARUN. HARUN MELONGO, PROTES.
HARUN
Lho ?
THAMRIN
Gantian!
HARUN
Kenapa?
THAMRIN
Di depan situ, bagian perut dan kepala. Berat.Dia ini kan makannya beda dari kita …
HARUN
Beda apanya?
THAMRIN
Dia banyak makan hati orang.
SEMUA MENOLEH KE THAMRIN, PROTES
YANG LAIN
Hus!!
THAMRIN
Kita, makan hati ikan teri aja kagak mampu beli.
YANG LAIN
Mulut Jaga! Ah, sampek bareng …
THAMRIN BERSAMA HARUN KEMBALI MENGANGKAT KERANDA, SAMBIL TETAP MENGGERUTU.
THAMRIN
Protes aja …. Protes itu boleh … Yang penting jangan kedengaran.
YANG LAIN SEMAKIN GEMAS. MEREKA PROTES DENGAN SUARA MENINGGI.
YANG LAIN
Hei!!
KIMIN
Ngawur!!
THAMRIN
Kenapa? Itu ajaran dia dulu … (MENUNJUK PADA KERANDA)
KIMIN
Ini orang, sembarangan ….
MASING-MASING KEMBALI KE TUGASNYA. BEBERAPA SAAT HENING.
TIBA-TIBA KIMIN BICARA SEPERTI PADA DIRINYA, MEMECAH KESUNYIAN
KIMIN
Kalau nanti aku mati … Aku ndak butuh upacara besar-besaran kayak gini. Yang penting  Anak-anakku … Anak-anakku harus ada disana.
POHAN
Siapa pula yang mau berangkatkan Pak Kimin dalam upacara besar? Kita ini cuma orang kecil, P