Kasus Arisan Seks Pelajar di Kab. Limapuluh Kota

Category : Berita Terkini

Arisan Seks Pelajar – Mun­­culnya kabar arisan seks yang dilakukan sejumlah pelajar di Kabupaten Limapuluh Kota, membuat geger Sumatera Barat.

Sponsored Ad

Semua pihak diminta tidak per­lu saling menyalahkan. Na­mun, harus bersama-sama me­magar anak-kemanakan, agar kasus serupa tak terulang lagi.

”Astaghfirullah al-adzim, saya benar-benar kaget men­de­ngar kabar ini. Generasi muda kita tampaknya mulai kehila­ngan nilai-nilai keteladanan dan pa­nutan. Ke depan, menjadi tu­gas kita bersama mencari so­lusi atas persoalan ini,” kata Haji Des­ra, intelektual muda Luak Li­mopuluah, Jumat (2/5) siang.

Kasus Arisan Seks, Seluruh Kepsek Dikumpulkan MUI Serukan Umat Bertaubat

Komentar serupa disam­pai­kan Ferizal Ridwan, Ketua PKB Limapuluh Kota. Menu­rutnya, ka­bar seks bebas di kalangan pe­lajar, semestinya dijadikan ba­han reflesi bagi semua pihak. Ter­kait pentingnya pengawasan ter­hadap anak-anak usia se­kolah. “Jangan sampai, ada pula yang menyudutkan pengurus MUI, ormas Islam, LKAAM yang su­dah menyampaikan infor­masi ini sebagai bahan evaluasi ba­gi kita bersama, agar kasus se­rupa tidak terulang di masa men­datang,” kata Ferizal Rid­wan, kemarin siang.

Sementara itu, tokoh muda Luak Limopuluah lainnya, Teddy Rahmat, mengaku tidak ter­lalu kaget dengan kabar ari­san seks di kalangan pelajar. “Se­tahu saya, kabar tersebut sudah be­r­hembus sejak Januari silam. Se­karang, tugas kita bersama, untuk mencarikan solusi ter­baik,” ujarnya.

Terpisah, tokoh muda Sum­bar yang juga Sekretaris Gon­jong Limo Padang, Nur­khalis, mengaku prihatin dengan kasus ini. “Saya sudah kroscek juga ke Pak Jayusman. Beliau mem­be­narkan jika ada kasus arisan seks. Sangat menyedihkan,” ka­ta­­nya kepada wartawan.

Walau demikian, Nurkhalis tidak mau menyalahkan pelajar se­mata. “Jangan hanya pelajar yang disalahkan,” sambung dia. Se­­baliknya, semua pihak juga ha­­rus memikirkan, apa pe­nye­bab maraknya kasus kejahatan ter­hadap anak dan perempuan serta maraknya seks bebas akhir-akhir ini.

“Belajar dari kasus pemer­ko­saan terhadap siswi MTS Ku­bang “NPD” dan kasus arisan seks ini, sudah saatnya semua pi­hak duduk bersama. Duduk se­meja. Kita ajak seluruh pelajar bicara kasus ini, sehingga me­reka merasa dilibatkan,” ulas Nur­khalis yang baru-baru ini menjadi caleg DPRD Sumbar dari Gerindra.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pen­didikan Limapuluh Kota Des­ri yang dihubungi anggota Ba­lai Wartawan Luak Limo­pu­luah, mengaku kaget atas in­for­ma­si pergaulan bebas di k­a­la­ngan pelajar. Untuk me­mastikan ke­benaran informasi ini, Desri akan mengumpulkan seluruh ke­pala SMP dan SMA.

Di tempat terpisah, Ketua Ma­jelis Ulama Indonesia (MUI) Li­mapuluh Kota Buya Haji Safri­jon Azwar, menyerukan kepada umat Islam di Luak Limopuluah untuk segera bertaubat.

”Ibarat pepatah, jika buruk rupa, kaca jangan dibelah. Seba­lik­nya, mari kita belajar dengan ka­sus itu. Instropeksi diri. Ber­tau­batlah,” ujarnya.

Buya Safrizon Azwar juga me­minta semua pihak meres­pons persoalan arisan seks di ka­la­­ngan pelajar yang terungkap ber­­­kat penelitian Dinas Ke­se­ha­tan Li­mapuluh Kota ini, de­ngan bi­jaksana. “Kita jadikan sebagai ba­­han evaluasi bersama, untuk me­ngambil langkah terbaik,” ujarnya.

Buya Safrizon memastikan, du­gaan kasus arisan seks ini be­nar-benar terjadi di Kabu­paten Li­mapuluh Kota. “Di mana lo­kasi persisnya, tidak elok kami sam­paikan. Karena ini akan me­lukai perasaan keluarga kor­ban mau­pun peserta arisan itu sen­diri,” tuturnya. Hal yang sama di­katakan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jayusman.

Safrijon memastikan, atas ma­raknya kasus seks bebas ak­hir-akhir ini di Limapuluh Kota. Ditambah lagi dengan kasus du­gaan pemerkosaan di Ku­bang, Ke­camatan Guguak yang di­ala­mi siswi MTS berinisial “NPD”, ma­ka pihaknya dalam waktu de­kat akan menemui bupati dan wa­kil bupati Limapuluh Kota.

Setelah itu, akan digelar pula au­diensi dengan DPRD Lima­pu­luh Kota, Kajari Payakumbuh Has­bih, Kapolres Payakumbuh AKBP Rubintoro Suhada, Kapol­res Limapuluh Kota AKBP Cu­cuk Trihono, Dandim 0306 50 Kota Letkol Inf Trisno Widodo, serta unsur Muspida lainnya di wila­yah administrasi dan wila­yah hukum Kabupaten Lima­puluh Kota.

Seperti diberitakan sebe­lum­nya, awalnya informasi ari­san seks diperoleh Padang Eks­pres dari aktivis Serikat Petani In­donesia (SPI) Eka Kurniawan Sa­go Indra, semasa ia berkam­pa­nye sebagai caleg Partai NasDem untuk DPRD Sumbar, be­berapa waktu lalu. Kabar itu kini semakin menyebar luas, setelah pengurus MUI, ormas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, menggelar pertemuan di ka­wasan Medan Nan Bapaneh, Tarantang, Harau, Kamis (1/5).

Dalam pertemuan yang di­ha­diri Ketua MUI Buya Safrizon Azwar, Ketua BAZDA Haji Jayus­man, Wakil Ketua NU Sudirman Sair, Sekretaris IKADI Hendra Bakti, pengurus Muham­madi­yah ­Hamdi Samah, Ketua PERTI Zul­kifli Dt Rajo Mangkuto, pe­ngu­rus LDS Nurakmal, dan 7 pe­ngurus LKAAM dipimpin Abdul Aziz Dt Gindo Malano itu ter­ung­kap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini tidak ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah. Setelah ditelu­suri, ketiga pelajar di wilayah selatan Kabupaten Limapuluh Kota itu ternyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks.

Selain kasus arisan seks, MUI Limapuluh Kota juga men­da­pat informasi sahih dari Dinas Ke­sehatan, terkait adanya 200 pe­rempuan yang hamil di luar nikah, dalam beberapa waktu terakhir.

Sponsored Ad

Related Posts