Menstruasi? Ternyata Bisa Jadi Alat Periksa Kesehatan

Ternyata tidak semua hal negatif ketika kita berbicara mengenai Menstruasi, dan Ketika datang bulan, perempuan kerap merasakan beberapa hal yang membuat bingung seperti frekuensi menstruasi atau warna darah menstruasi. Padahal, dari siklus menstruasi ini perempuan bisa mengetahui kondisi kesehatannya.

Sponsored Ad

Menurut para dokter, periode menstruasi bisa juga digunakan sebagai alat bantu memeriksa kesehatan Anda. Ini karena menstruasi bisa mengungkap sejumlah informasi.

Berikut enam hal yang bisa mengungkapkan kondisi kesehatan wanita dari menstruasi seperti dilansirMedical Daily, Jumat (25/4/2014):

1. Sakit

Dismenore merupakan istilah medis untuk kram menstruasi. Ini menyebabkan nyeri akibat lepasnya lapisan rahim selama periode tersebut. Ini terjadi pada 50 persen wanita dan merupakan hasil dari berlebihannya prostaglandin – hormon yang terlibat dalam rasa sakit dan peradangan.

Chantal_Della_Concetta

Kram yang dirasakan di perut bagian bawah bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius yakni endometriosis. Wanita dengan gangguan tersebut memiliki jaringan rahim yang tumbuh di luar rahim, biasanya di daerah panggul. Sekitar 7-10 persen wanita menderita endometriosis.

2. Warna darah menstruasi

Meskipun ini tak menjadi pemandangan yang enak, mengetahui warna darah menstruasi Anda bisa mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan hormonal Anda. Hormon yang terus berubah selama siklus empat mingguan bisa memengaruhi warna dan konsistensi siklus menstruasi Anda.

Seorang konselor kesehatan holistik dan ahli gizi di The Oz Show, Alisa Vitti, menjelaskan bahwa wanita biasanya akan mengalami salah satu pola dari tiga warna selama periode mereka yakini blueberrie yang ditumbuk (gelap), selai stroberi (pink), dan jus cranberry (merah pekat).

Darah menstruasi yang menyerupai tekstur blueberry beku dan warnanya biasanya merupakan indikator tingkat estrogen yang lebih tinggi, yang bisa menyebabkan lapisan rahim menebal saat hormon ini berlebihan. Itu biasanya terlihat dalam siklus yang banjir.

Bagi wanita yang mengeluarkan `selai stroberi` atau penampilan merah muda, itu biasanya tanda bahwa tingkat estrogen rendah. Ini bisa menyebabkan vagina kering, libido rendah, rambut rontok, dan bahkan kelelahan.  Wanita yang memiliki kadar estrogen yang rendah bisa mengalami periode tambal sulam dan sering terlambat.

Terakhir, menstruasi yang warnanya merah seperti jus craberry itu normal dan cenderung mulai dan akhirnya tepat waktu. Namun, perempuan dengan periode ini harus selalu waspada dengan sindrom pramenstruasi (PMS). Meskipun banyak perempuan berpikir PMS itu normal, nyatanya tidak.  PMS merupakan salah satu tanda pertama bahwa tubuh menuju ketidakseimbangan hormon.

3. Arus menstruasi

Mungkin Anda terlihat kehilangan banyak darah selama menstruasi. Rata-rata menstruasi hanya melepaskan kurang dari secangkir darah. Namun, ini bukan berarti wanita tak bisa mengalami pendarahan hebat.

Menstruasi dengan jumlah yang deras dalam waktu yang lama bisa menyebabkan anemia dan fibroid yang mengancam kesuburan, pertumbuhan di dinding rahim, polip, tumor pada leher rahim atau uterus, atau endometriosis.

Kondisi ini lebih umum pada wanita setelah usia 35 tahun. Wanita yang mengalami kehilangan darah yang parah dalam menstruasi memiliki menorrhagia yakni suatu kondisi yang menyebabkan kehilangan darah yang cukup dan kram sehingga sulit beraktivitas seperti biasanya.

Wanita yang aliran darahnya ringan saat menstruasi bisa karena perubahan hormon, gizi buruk, atau stres. Periode menstruasi sering terlihat pada permepuan yang mengalami perimenopause, atau menopause, mereka yang mengambil metode hormon pengendalian kelahiran yang mengakibatkan kehilangan darah dan periode yang lebih ringan.

Periode yang abrnormal ini bisa menjadi indikator gangguan autoimun, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau sindrom Asherman.

4. Frekuensi menstruasi

Frekuensi siklus menstruasi merupakan indikator yang baik tentang kesehatan Anda. Menurut Mayo Clinic, aliran menstruasi terjadi setiap 21-35 hari dan terjadi dua sampai tujuh hari, dengan siklus menstruasi yang pendek dan menjadi teratur seiring usia.

Apabila Anda mengalami siklus menstruasi yang tak teratur setelah masa remaja, apakah menstruasi Anda berlangsung lebih dari tujuh hari mungkin karena kehilangan berat badan ekstrem, stres, kehamilan, atau penggunaan obat tertentu untuk mengobati kondisi seperti kanker rahim.

Selain itu, menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan terlalu banyak minum alkohol. Minum berlebihan bisa menyebabkan kerusakan hati dan mengganggu metabolisme estrogen dan progesteron.

Normal bagi wanita yang mengalami menstruasi tak teratur, karena tak berbahaya dalam kebanyakan kasus. Tapi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab tidak teraturnya menstruasi Anda.

5. Pendarahan setelah menstruasi

Ketika Anda berpikir sudah selesai menstruasi, tiba-tiba Anda berdarah lagi. Pendarahan setelah menstruasi adalah normal bagi perempuan yang minum pil KB. Tapi, perempuan yang tak minum pengontrol kelahiran serta melihat masih ada darah setelah menstruasi, mereka harus berkonsultasi ke dokter.

Medline menunjukkan, pendarahan dari vagina bisa disebabkan kanker atau prakanker serta harus segera dievaluasi. Dalam kasus ini, bisa jadi tanda infeksi vagina, ketidakseimbangan hormon, atau polip.

6. Tidak menstruasi

Ketika seorang perempuan tak menstruasi, hal pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah kehamilan. Tapi, ada banyak alasan mengapa perempuan tak menstruasi.

Ini bisa disebabkan pada wanita yang minum pil KB atau yang menerima suntikan hormon. Tapi, wanita yang mengalami obesitas, olahraga berlebihan untuk jangka waktu yang lama, serta memiliki lemak tubuh yang sangat rendah (kurang dari 15 sampai 17 persen) lebih mungkin mengalaminya.

Penyebab kesehatan lainnya untuk kondisi ini termasuk tumor otak, kelenjar tiroid yang terlalu aktif, atau kurnagnya fungsi ovarium.

Sponsored Ad

Related Posts