Traveloka Penipu? Mengenal Konsep Bisnis Dari Pengalaman Pribadi Konsumen

Category : Info Terbaru
Traveloka Penipu? Mengenal Konsep Bisnis Dari Pengalaman Pribadi Konsumenby Adminon.Traveloka Penipu? Mengenal Konsep Bisnis Dari Pengalaman Pribadi KonsumenSering kita dengar kata-kata penipu atau penipuan berkaitan dengan bisnis online. Kenapa bisnis online? Karena bidang ini memang sangat erat kaitannya dengan “Trust”, dan tingkatannya melebihi bisnis konvensional. Tidak adanya kontak secara langsung dan wujud fisik tempat usahanya membuat konsumen sangat sensitif dengan bidang bisnis ini. Salah satu contoh yang bisa diambil adalah bisnis online […]

Sering kita dengar kata-kata penipu atau penipuan berkaitan dengan bisnis online. Kenapa bisnis online? Karena bidang ini memang sangat erat kaitannya dengan “Trust”, dan tingkatannya melebihi bisnis konvensional. Tidak adanya kontak secara langsung dan wujud fisik tempat usahanya membuat konsumen sangat sensitif dengan bidang bisnis ini. Salah satu contoh yang bisa diambil adalah bisnis online dalam bidang pemesanan tiket pesawat. Belakangan ini, mulai muncul beberapa penyedia jasa tiket pesawat online yang tujuan sebenarnya adalah untuk memudahkan pembookingan tiket pesawat. Namun, minimnya sosialisasi sistem dan tidak terbiasanya masyarakat di Indonesia akan kehadian mereka, menimbulkan keraguan akan kebenaran layanannya. Kita tahu saat ini sudah ada beberapa pelaku bisnis ternama di bidang ini, antara lain Traveloka, Tiket, Tiket2, Wego, utiket, dsb. Lalu, apakah kehadiran mereka di Indonesia ini memang rentan dengan penipuan? Apakah kata-kata penipu ini memang layak disematkan ke Traveloka, dan yang lainnya? Apalagi di Google sudah otomatis muncul kata Traveloka Penipu, Traveloka penipuan, Tiket penipu, dll, ketika kita melakukan pencarian dengan kata perusahaan tersebut. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya dan keraguan bagi kita sebagai konsumen. Namun, untuk mengetahui hal itu, kita harus mengenal lebih dalam tentang mereka dari konsep bisnis dan pengalaman pribadi konsumen. Nah, dalam kesempatan kali ini, saya akan coba sedikit mengupasnya dari pengalaman pribadi konsumen, sehingga kita mengetahui kebenaran identitas mereka di Indonesia.

Pada awalnya pemesanan tiket pesawat hanya dilakukan seperti biasa, baik langsung ke pihak maskapai, maupun travel agen lokal di daerah kita. Dari segi kepercayaan, model pembelian seperti ini tentu sangat terpercaya, karena konsumen langsung membeli tiket dengan mendatangi kantor pihak penjual dan langsung mendapatkan tiket. Namun, seiring dengan majunya teknologi internet muncullah suatu layanan alternatif yang pada dasarnya memiliki banyak keunggulan jika dilihat dari segi manapun. Layanan berupa online travel agent (OTA) ini merupakan layanan bisnis yang belakangan ini berkembang dengan pesat di Indonesia. Mereka muncul dan berkembang karena tingginya minat masyarakat di Indonesia akan pencarian dan pemesanan tiket via internet.  Lalu apakah layanan seperti ini memang resmi atau legit? Untuk semua penyedia yang saya sebutkan di sini, mulai dari Traveloka, tiket, tiket2 utiket, dll adalah resmi. Mereka sudah berbentuk badan hukum dengan menjadi perseroan terbatas (PT).

Tapi apakah ini cukup untuk membuktikan bahwa mereka memang terpercaya? Pada intinya pertanyaan ini muncul karena kita memang belum mengetahui dan ragu akan sistem layanannya. Masing-masing dari penyedia ini tentu memiliki sistem layanan yang berbeda. Kita ambil contoh Traveloka, yang semua proses pemesanannya dilakukan via online, tanpa perlu konsumen datang untuk memesan, membayar hingga mendapatkan tiket ke kantornya. Sedangkan Utiket, lebih ke jasa pelayanan pencarian/meta search tiket pesawat yang berkerjasama dengan travel agen lokal di berbagai daerah di Indonesia. Dari sini, kita sudah mendapatkan gambaran awal tentang bentuk layanan mereka. Dan bisa menelusuri lebih lanjut tentang konsep layanannya. Untuk kali ini saya akan lebih fokus ke Traveloka, karena kebetulan saya pernah menggunakan jasanya, dan layanan mereka ini boleh dibilang berbeda dari yang lainnya.

Pertama kali tahu tentang Traveloka ini dari iklan yang memang banyak tersebar di website maupun di Google. Merasa tertarik dan penasaran dengan tawarannya, akhirnya coba mengunjunginya. Konsep depannya sebenarnya, “to the point” langsung ada kotak pencarian untuk kota keberangkatan dan tujuan di bagian atas. Tapi karena belum umum saya coba lihat menu “Cara Pakai” diwebsitenya. Cara pakainya ini ditampilkan dengan visual berupa tutorial gambar, sehingga cukup membantu dan memudahkan saya untuk mengikuti alur pemesanan tiketnya. Hingga akhirnya iseng cek harga tiket dari Jakarta ke Surabaya. Menurut saya, metode pencariannya cukup cepat, dan hasilnya sudah urut mulai dari harga yang paling murah terlebih dahulu. Kalau dibandingkan dengan penyedia lainnya, harga rata-rata tiket di Traveloka ini memang lebih murah termasuk dengan web maskapai itu sendiri. Saya agak heran juga sih.

Dari kesan pertama itu, saya coba cek lebih jauh tentang Traveloka ini di website lain. Intinya sih ingin tahu review dan pendapat orang-orang yang pernah menggunakan Traveloka. Ditambah dengan adanya kata Traveloka penipu, dan penipuan di Google yang otomatis membuat kita jadi tambah ragu. Namun dari hasil pencarian di Google tentang kata tersebut, ternyata tidak ada yang menyebutkan kalau mereka itu penipu. Memang ada dibagian pertama hasil pencarian itu dari facebook, yang ternyata akun resminya Traveloka. Isinya tentang himbauan kalau konsumen harus waspada karena ada pihak-pihak yang coba mengambil kesempatan dalam kesempitan. Setelah saya baca ternyata prosedur pemesanan mereka semuanya dilakukan secara online oleh konsumen sendiri melalui websitenya. Dan untuk pembayarannya ini ditujukan ke rekening atas nama PT Traveloka Indonesia, bukan ke akun nama pribadi. Asumsi saya kalau ada peringatan seperti ini dari mereka, berarti sudah ada orang yang pernah tertipu oleh pihak yang mengatasnamakan perusahaan ini untuk keuntungannya sendiri.

Dari sini, saya dapat tambahan point lagi kalau Traveloka ini ternyata memang resmi dan terpercaya. Tapi saya memutuskan untuk mencari tahu di social media, seperti Twitter. Entah kenapa, Twitter saat ini lebih digemari masyarakat Indonesia ketimbang Facebook dalam hal aktifitas sosial. Kebetulan Traveloka ini punya akun Twitter, dan umumnya kalau mereka memang terpercaya, pasti akan banyak orang yang membicarakannya di Twitter. Akhirnya saya coba cari dengan kata Traveloka, dan hasilnya memang seperti dugaan saya. Banyak pengguna Twitter yang membicarakan Traveloka, selain itu juga ada komunikasi rutin antara pihak Traveloka dengan konsumennya. Berikut ini sedikit tweet yang menjadi acuan saya:

Dari beberapa point yang coba saya teliti dan pelajari, akhirnya saya percaya kalau Traveloka ini memang penyedia jasa tiket pesawat yang kredibel. Kebetulan saya kemarin cari tiket untuk mudik, karena kebagian liburnya mulai hari Lebaran, makanya saya cari tiket mulai H-1. Untungnya pas Lebaran pertama harga tiket pesawat sudah mulai turun kembali hehe. Saya langsung coba pesan pulang pergi Jakarta – Pekanbaru naik Tigerair Mandala yang kebetulan paling murah harganya. Untuk pemesanannya tidak ada masalah dan bisa dibilang mudah. Tiketnya dikirim ke email kurang lebih dua jam setelah saya melakukan pembayaran. Untuk e-tiket ini bentuknya file PDF, jadi bisa langsung saya print untuk check-in dibandara. Dan Ini contoh e-tiket saya untuk pulang ke Jakarta tanggal 18 kemarin:

Screenshot 1 Traveloka Penipu? Mengenal Konsep Bisnis Dari Pengalaman Pribadi Konsumen

Dari sini, saya jadi yakin kalau penyedia jasa tiket pesawat online di Indonesia seperti Traveloka, Tiket2, Wego, dll ini memang terpercaya. Tapi, kita juga perlu pelajari lebih dulu tata cara pemesanan mereka sebelum memutuskan untuk membeli. Intinya kita harus lebih teliti, cermat dan jangan mudah percaya, agar nantinya tidak tertipu sama pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan perusahaan manapun. Baiknya kalau memang ada yang begitu, kita coba tanyakan dan konfirmasi langsung ke pihak perusahaan. Jadi kita bisa dapat jawaban yang jelas tentang semuanya. Layanan bisnis online ini memang masih hal yang baru dan belum umum bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kehadiran mereka sebenarnya baik, dan bisa jadi alternatif yang menguntungkan konsumen dari berbagai sisi. Tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing, apakah kita siap menerima dan percaya kepada layanan online. Terima kasih

dot Traveloka Penipu? Mengenal Konsep Bisnis Dari Pengalaman Pribadi Konsumen

Hasil Penelusuran :

  • traveloka penipu
  • traveloka penipuan
  • traveloka com penipu
  • traveloka
  • traveloka com penipuan
  • tiket2 penipu
  • penipuan traveloka
  • www traveloka com penipu
  • apakah traveloka terpercaya
  • traveloka review

Related Posts